Pages

Kamis, 19 Maret 2009

Jalan Terjal

Semuanya telah terjadi. Tak ada lagi harapan untuk itu. Pintu sudah tertutup rapat. Semunya menghilang dari pandangan. (memang) sulit untuk dipercaya. Kehilangan orang yang disuka, disayang dan dicintai. Semuanya berlalu begitu cepat. Cepat? rasanya tidak. Hari ini tepat satu bulan dari kejadian menyeramkan itu. Kejadian yang tidak pernah diharapkan oleh semua pasangan di muka bumi ini. Jikalau pun ada, itu hanyalah penyimpangan dari semestinya.
Waktu di SMA tinggal sebentar lagi. Ujian di depan mata. Butuh modal untuk menghadapi itu semua. Dan salah satu modal telah hilang. Bagaimana ini? tak pernah tahu jawabnya.
Berjalan sendiri. Berlari sendiri. Sulit, sulit dan sulit. Namun, teman adalah penyemangat di kala jatuh. Di kala butuh sokongan untuk tetap berdiri. Tegap menghadapi hari esok.

Haruskah Orang Ketiga (lagi) ?

Seperti ditakdirkan untuk itu. Orang yang tak diharapkan kedatangannya hadir di tengah-tengah keindahan yang telah lama tecipta. Tak mengerti mengapa begitu? Dunia masih luas. Tak perlu masuk ke tempat yang tak semestinya dimasuki. Namun, semuanya telah terjadi. Ada kemenangan dan sekarang bukan waktunya untuk itu. Sabar menjadi cara menetralisirnya.
Yang tak pernah habis pikir adalah mengapa "orang tak diundang" tak punya malu untuk merecoki keindahan yang telah tercipta. Mereka punya kehidupan sendiri. Kami pun punya kehidupan sendiri. Semuanya berjalan berdampingan. Tak perlu ada interfensi dari pihak luar.
KORBAN. Kami hanyalah korban dari sifat-sifat mereka yang tak tahu malu. Mendesak secara halus sampai penghuninya keluar.
Keindahan yang telah lama tercipta seketika hilang. (memang) tak sepenuhnya mereka yang salah. Ada beberapa bagian yang melibatkan kami. Tapi tak sebesar pengaruh mereka yang diberikan.

Minggu, 15 Maret 2009

Inspirasiku

Dia telah berdiri coba berlari
Tak pernah dia jelang hidupnya yang diinginkan
Kilau hari-hari dan birunya langit
terhapus rasa indah terpejam oleh lelah

Dalam lelapnya mata nikmat dunia menjelma
Sejenak dia berharap malam tanpa batas
Bunda selalu tanamkan "Jangan pernah menyerah"
Jalani dan panjatkan kelak syukur kau ucapkan
Pada diri-Nya kumohonkan

Mudahkan hidupnya hiasi dengan belai-Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Hiasi harinya dengan lembut mentari-Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka

Adapted : SO7

Mukadimah

Semuanya berawal dari keinginan hati untuk mengembangkan potensi diri. Beranjak dari itu terbentuklah blog ini. Semoga kedepannya dapat berguna bagi saya pada khususnya dan khalayak ramai pada umumnya.
Tak pernah berhenti berlari dan berharap. Namun, hidup tak selamanya berlari, terkadang ada tempat untuk disinggahi. Indah memang rasanya terus berharap. Namun, sampai kapan jika tidak ada realisasinya? Itulah tujuan dari segalanya.