Pages

Senin, 19 Juli 2010

Broken Knee

Selalu ada hambatan ketika saya ingin mengejar impian. Saya tahu pasti disetiap perjuangan ada hambatan dan rintangan yang mengganjal. Tetapi, kenapa harus datang di saat yang tidak diinginkan? Membuat rasa putus asa selalu keluar.
Dulu ketika SMA, perjalanan futsal saya terganggu dengan kondisi mata saya yang mengalami rabuh jauh (miopi). Ditambah cedera angkle yang sering kambuh. Membuat saya selalu tidak total dalam menjalankan pertandingan. Jika boleh berbesar kepala, mungkin hasilnya akan lebih baik jika kondisi mata saya sama dengan yang normal lainnya. Atau kekuatan tendangan saya bisa lebih keras jika angkle saya normal.
Dengan berjalannya waktu, kedua masalah tersebut sudah dapat teratasi. Mata saya sudah dapat melihat dengan baik dengan bantuan alat yang canggih. Angkle saya sudah jarang kambuh dengan rehabilitasi yang rutin. Memasuki dunia perkuliahan, saya berharap karir futsal saya dapat berjalan lebih cemerlang lagi seiring dengan hilangnya dua hambatan tersebut.
Ya tapi kehendak Tuhan berkata lain, di saat sedang giatnya berlatih demi masuk tim utama, MASALAH kembali datang. Masalah baru tepatnya.
Lutut saya sakit. Entah apa penyebabnya. Tapi sakitnya begitu terasa. Bahkan untuk melaksanakan rutinitas sehari-hari pun terasa mengganggu. Seperti sholat, buang air, meloncat, dan lain-ain.
Banyak yang menyarankan untuk menjalankan pengobatan tradisional (pijat), tapi tidak sedikit pula yang mengatakan lutut tidak boleh dipijat. Akhirnya saya memilih untuk membiarkan lutut saya apa adanya. Terkadang rasa sakitnya hilang, yang membuat saya kembali merasa semangat untuk berlatih guna masuk tim utama. Tapi rasa semangat itu hilang seketika ketika rasa sakit ini muncul kembali dengan cepatnya.

Sering muncul pikiran, apakah sudah waktunya bagi saya untuk meninggalkan dunia yang begitu saya cintai ini?
Dan selanjutnya akan ada tulisan di blog ini dengan judul : Deno retire from futsal at his top performance. (perhaps)

Kamis, 15 Juli 2010

YUNITA HERDIANA


( Coming Soon ) ...

Arti Kesenangan

Dulu ketika kecil hampir tiap sore bermain bola bersama teman-teman.Eentah itu di depan rumah, di jalanan, di garasi orang, ataupun di lapangan sebenarnya. Kita semua, bocah-bocah SD, sangat menikmati yang namanya bermain bola. Kemana pun bola berlari terus dikejar tanpa rasa lelah. Terus berebut bola menggiringnya hingga depan gawang. Gawangnya pun tidak selalu menggunakan tiang dan jaring sebagaimana mestinya yang biasa disaksikan di televisi, dengan tumpukan sandal dan batu kita jadikan gawang.
Kenikmatan bermain bola begitu terasa. Bakat-bakat alam mengalir di dalam tubuh. Tanpa ada yang mengajari, beberapa teknik tendangan dan dribling sudah dapat dipraktekkan. Entah cuaca panas, dingin, ataupun hujan, tidak menghalangi kenikmatan bermain bola. Terkadang rasa lelah sepulang sekolah pun segera hilang dengan teriakkan teman-teman di depan rumah yang mengajak bermain bola.
Setiap bermain bola, selalu ada kesenangan yang di rasa, Tidak ada batas. Bebas berlari kemana pun kita inginkan. Bebas memilih kapan untuk menendang kapan untuk menggocek. Semua mengalir mengikuti naluri. KESENANGAN bermain bola.
Tapi, yang dirasakan kini sungguh berbeda. Dengan meningkatnya ilmu yang didapat tentang bermain bola, seakan kesenangan bermain bola hilang. Kita seperti terbatasi dengan taktik-taktik yang diberi. Kebebasan setiap individu seperti dirampas. Tidak ada lagi naluri yang mengalir. Semuanya seakan sudah diatur seperti robot. Tentunya oleh pelatih yang memberi instruksi. Kamu harus lari ke sini, kamu jangan terlalu banyak drible, kamu setelah mengoper bola harus begini, begitu, blablabla. Tidak ada lagi kebebasan. Semua sudah diatur. KESENANGAN bermain bola hilang.
Gerakan tubuh kita terbatas, seolah ada halangan untuk bergerak sesuai dengan naluri kita yang diperoleh sejak kecil bermain bola.

Ingin rasanya bermain bola seperti ketika kecil dulu. BEBAS tidak ada batasan : Tertawa lepas. Berteriak lantang. Berlari kencang. Menggunakan bakat yang diberikan alam kepada tubuh ini untuk bermain bola.

Pentingnya arti KESENANGAN BERMAIN BOLA

Kamis, 08 Juli 2010

INDIA

hahaha. Akhir-akhir ini dibuat terkagum-kagum dengan film india. Film yang notabene sudah tidak diminati oleh masyarakat Indonesia. Ya 3 Idiots dan My Name is Khan adalah film india yang membuat saya meneteskan air mata.
Begitu menakjubkan daya khayal dan pola pikir orang india. Membuat alur cerita yang sederhana tetapi sulit ditebak. Mungkin mereka sudah dianugerahi Tuhan dengan bakat dalam dunia perfilman. Lihat saja yang menunggangi sinetron-sinetron di televisi Indonesia. Mayoritas asal negeri yang terletak di kawasan asia selatan itu.
Banyak pelajaran yang terkandung dalam kedua film yang saya tonton. Setidaknya dalam dunia pendidikan, sosial, agama, dan pola pikir.

Pizza saja bisa sampai dalam waktu 30 menit, kenapa ambulance sulit

Sekeliling

Disadari atau tidak, kita selalu dikelilingi oleh orang-orang hebat. Orang-orang yang selalu ingin menjadi juara, yang menciptakan iklim pertarungan. Terkadang sulit menyikapi orang-orang demikian. Merasa tersaingi atau bahkan merasa kalah. Tergantung dengan persepsi masing-masing. Menjadi motivasi atau tekanan.
Mengutip kutipan yang sudah sering digunakan oleh khalayak ramai, bahwa kita terlahir untuk berperang, bertarung, dan bersaing. Kita terlahir dengan modal sebagai juara. Mengalahkan beribu sperma lain yang ingin memiliki kesempatan untuk hidup. Itu artinya kita harus sudah siap dengan iklim persaingan.
Setiap individu dianugerahi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semuanya menjadi modal menghadapi hidup yang penuh tantangan. Namun, ada kalanya kita merasa kurang dengan apa yang kita miliki dan mulai merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Kita ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain dan kita tidak memilikinya. Persaingan pun dimulai. Dengan segala cara, kita berusaha unggul dalam segala bidang. Menjadi yang terdepan.

Lihat sekelilingmu dan mulai melangkah. Tetapkan visi untuk meretas masa depan cemerlang

Senin, 05 Juli 2010

(Rani, 2010)

Setahun yang lalu gue kenal dia dengan nama deno. Ga ada kisah yang perlu gue inget. Coz everything is about him. Dia temen sekelas gue. Dia cerdas tapi agak temperamen sih, suka futsal. Perfect man i think with balance skill. Orang yang paling dia sayangi adalah ibunya. Kadang dia mencoba untuk bisa masuk dalam semua pergaulan. Supel.
Lumayan humoris walau rada garing. Dia suka kerapihan dan kebersihan. Suka menjaga apa pun yang dia miliki. Merencanakan segala sesuatu dengan sempurna. Sangat sopan. Tapi kurang perjuangan. Kadang jenuh dengan hal-hal yang sangat ia sukai. Langkah kakinya penuh kepastian. Saat berjalan penuh tatapan masa depan. Satu hal yang kurang. Senyuman.
Mungkin ga banyak yang gue tau tentang dia. Gue cuma tau dia pernah jadi temen sekelas gue, pernah jadi topscore, rumah di cimanggu, punya adik cewek satu seumuran gue, zodiak sagitarius.
Walaupun sesingkat itu gue mengenal dia, tapi banyak pelajaran yang dia kasih ke gue, entah itu sebagai kakak atau pun teman. Thanks :-)

(adapted from Rany Puspa Pijayanti)