Pages

Jumat, 01 Februari 2013

Hello

Hello, i try to creat a post from my phone

Sabtu, 03 September 2011

REKAM JEJAK

Rabu, 1 Juni 2011
Sungguh senang mendapati video ini dari salah satu teman yang tanpa disuruh dengan sengaja merekam pertandingan ini. Untuk pertama kalinya melihat diri sendiri bermain dengan si kulit bundar.

Pertandingan ini adalah Final Olimpiade Mahasiswa IPB (OMI) 2011 cabang futsal yang mempertemukan antara juara bertahan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) dengan Diploma. Sungguh senang karena pada akhirnya bisa mempertahankan status juara bertahan dengan skor 5-1 ditambah saya bisa menyumbang satu gol dari lima gol yang tercipta. Terasa istimewa karena keluarga sengaja hadir untuk menyaksikan anaknya bertanding.

Ingin rasanya bisa melihat diri sendiri di setiap pertandingan yang dijalani. Bukan hanya untuk sekedar hiburan, tapi juga sebagai bahan evaluasi dari segi teknis.
So, enjoy this video !

Senin, 01 Agustus 2011

DARI MATA SANG BUNDA

Catatan perjalanan anak sulungku : DENO YUDHA RAHMADIAN

Sejak dalam kandungan anakku sudah terbiasa dengan keprihatinan....namun keprihatinan ini pula yang membawanya pada keberuntungan...

Saat aku mengandungnya...aku hidup dalam keprihatinan.Aku membesarkannya dan memenuhi hidup kami dengan bekerja keras (berjualan kue dan mengajar).Tiap malam kami harus bangun jam 2 dini hari untuk memulai membuat kue yang pagi harinya harus kami jual...ya hanya kue bolu kukus.Tiap hari kami harus menyiapkan 400 buah kue untuk dijual..(dititipkan dan diambil oleh penjual keliling)..ya setiap hari sebelum siangnya aku harus mengajar di sebuah SMA Swasta.

Mungkin dari kue bolu kukus inilah sumber penghidupan kami saat itu....( sampai sekarang anakku senang dengan kue tersebut...dan ditangannya ada tanda coklat, mungkin juga karena selama hamil aku suka meneteskan coklat pasta kue bolu itu)

Hasil keuntungan kami sisihkan untuk biaya kelahiran anakku...rupiah demi rupiah aku masukkan kedalam sebuah kaleng bekas kue dan aku niatkan untuk biaya proses kelahirannya.

Meski hidup dalam kesederhanaan,aku ingin kelahiran anakku di rumah bersalin yang baguslah.Selama kontrol kehamilan aku di RB.SAWOJAJAR..pelayanannya menurutku bagus,bersih,tenang,dan nyaman.

Aku sempat tanya ke suster yang selalu memeriksa kandunganku berapa biaya kelahiran disini...dia bilang Rp300.000,-.

Untuk saat itu nilai segitu menurutku besar sekali...sementara tabunganku masih jauh dari nilai tsb.

Aku mencoba pindah periksa ke salah satu Rumah sakit di Bogor...tapi baru sekali aku periksa,aku merasa tidak nyaman..dan harga yang diberikanpun tidak jauh berbeda dengan di RB.asalku..hanya selisih sedikit.

Karena sesuatu hal akhirnya aku kembali periksa ke RB.asal...dan suster sempat tanya " Kenapa minggu lalu ibu tidak kontrol ?"...aku jawab " Sya mencoba cari tempat lain sus,yang kira kira memadai dengan keuanganku"

Suster yang baik hati itu hanya tersenyum...

Seminggu dari jadwal kontrol terakhir akhirnya aku merasakan gejala persalinan...aku masuk ke RB Sawojajar jam 11 malam diantar oleh tetanggaku dengan naik becak..

Singkat cerita baru pukul 9.30 anakku lahir dengan selamat...dan kondisi anakku sehat demikian pula aku.

Selama 4 hari aku dirawat di RB oleh suster2 yang baik dan sangat sabar...

Saat aku mau pulang...suamiku akan menyelesaikan biaya administrasi....suamiku tercengang!Ternyata kami mendapatkan keringanan biaya 50% dari total biaya...hah....Alhamdulillah..terimakasih Tuhan...kami tidak tahu mengapa kami diberikan keringanan sebesar itu...Ini rezeki anakku..!

Inilah keberuntungan pertama yang harus kami syukuri...



Ya anakku aku beri nama DENO YUDHA RAHMADIAN dengan menggabungkan namaku dan suamiku Dewi Suryati dan Nonot Sudarmoko...Yudha = perang/berlomba.....RAHMADIAN = mencari Rahmat /Kasih Sayang Allah...jadi arti seluruhnya Aku dan suamiku berlomba mencari rahmat dan kassih sayang Allah untuk anakku..



Dari kecil sepertinya anak ini selalu membawa keberuntungan buat kami...

Alhamdulillah setelah kelahiran anak ini kehidupan kami mulai membaik (secara financial) walau tidak terlalu istimewa.

Dan setiap ada kebutuhan untuk anakku...selalu saja ada jalan kemudahan..Ya Allah selalu memberikan jalan dan kemudahan untuk anakku..



Memulai kehidupannya menuju bangku sekolah TK pun anak ini tidak mendapatkan kesulitan....disaat orang berlomba untuk mendapatkan tempat di TKK Kartika 3 ( TK Anugrah nama topnya) ada kerabat yang membantunya untuk masuk dan dengan keringanan biaya ( dicicil)...tanpa harus mengantri dan bayar cash...anakku sudah mendapat kursi di sekolahnya..

Selama duduk di TK aku tidak rutin mengantar sampai menunggunya hingga usai sekolah..karena aku juga masih bergelut dengan waktu untuk bekerja di sebuah bank Nasional.. aku hanya mengantar sampai pintu gerbang sekolah dan nanti dijemput oleh suami atau neneknya.

Aku hanya hari Sabtu saja sesekali menungguinya dan berkomunikasi dengan guru walinya untuk sekedar tahu bagaimana dengan keadaannya di sekolah..

Wali kelasnya nampaknya juga sangat sayang kepadanya...terbukti dengan seringnya ia terpilih untuk mewakili kelas atau sekolah dalam kegiatan2 formal...Sungguh prestasi yang membahagiakan untukku.

Ternyata anakku bisa mandiri dan unggul diantara teman2 sebayanya...meski tanpa harus selalu ditunggu dan diawasi oleh orang tuanya.

Menjelang lulus TK aku tidak memiliki wawasan sekolah SD yang bagus di Bogor ini (bener2 g gaul ya aku)...aku tanya ke wali kelasnya dan ia merekomendasikan SD Pengadilan 2...

Tidak tahu darimana awalnya aku tiba2 daftar ke SDN Polisi 4...yang sungguh akupun tidak tahu dimana letak sekolah dan report ttg sekolah tersebut...( mungkin kalau tidak salah rekomendasi dari neneknya yang sering ngobrol dengan ibu-ibu sesama penjemut anak sekolah).

Aku ingat bagaimana susahnya waktu itu untuk mendaftar ke SDN Polisi 4...hingga suamiku harus datang sebelum subuh ..hanya untuk mendapatkan selembar formulir pendaftaran saja....gila benerrr

Tanpa embel2 anakku bisa diterima di SD tsb.



Duduk di bangku SD anakku juga selalu mendapatkan perhatian lebih dari guru2nya...mungkin karena anakku supel,penyayang,penurut dan perhatian kepada teman2nya...membuat ia disenangi oleh teman2 dan gurunya..

Mulai SD anakku sudah terlihat gemar dengan olahraga,pelajaran matematika...

Karena prestasi dikelasnya selalu bagus...akhirnya ia terpilih masuk dalam kelas unggulan...

Nah mulai dikelass inilah dia nampak lebih semangat karena dikelilingi teman2 yang relatif lebih mudah dalam menerima pelajaran...selalu termotivasi oleh teman2 yang dianggapnya pandai...

Aku ingat sekali dia senang dengan teman2 yang pandai dan santun...mungkin ini juga yang menjadi pola bentuk pribadinya....kerjakeras,rendah hati,penurut dan berprestasi...

Akupun banyak mengenal dekat teman2 yang diidolakannya termasuk juga guru2 idolanya...

Salah satunya adalah Mutia yang saat ini kuliah di UI...dia anak yang energik..tidak saja pintar dlm bidang akademis tapi juga pandai dalam segala bidang...

Tidak salah kalau kelas mereka mjdi kelas paforit karena outputnya baik...

Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa dari kelasnya yang diterima di SMPN unggulan..

Dan Alhadulillah anakku juga bisa masuk SMPN 1 dengan NEM yang memuaskan.



Cerita singkat di SMPN 1....

Cerita berkesan dalam ingatanku bagaimana ia menjalani hari harinya si sekolah tersebut adalah ketika ia mulai keranjingan/demam bola. Semua kegiatan yang berhubungan dengan bola pasti ia kejar...sampai sampai ia mulai belajar menulis di artikel tabloid Bola...sehingga begitu bahagianya ketika namanya tercantum di tabloid bola sebagai komentator bola dan mendapat souvenir...wow ternyata anakku mulai senang dengan menulis juga..

Hobi dengan si bundar sudah mulai mendarah daging rupanya...sehingga lapangan kecil yang dipakai bergantian dengan siswa SMAN 1 pun sudah menjadi tempat favoritnya...meski panas terik, keringat bercucuran tak dihiraukan lagi...

Meskipun begitu prestasi akademiknya tidak tertinggal....bahkan tetap menjadi langganan 3 besar di kelas...



Dengan prestasi akademiknya yang cukup memadai,anakku dapat menggapai impiannya untuk duduk di SMAN 1,sekolah terfavorit di kota Bogor...bahagia tentunya buat anakku dan aku...

Ya meski kami ada dalam keluarga yang sederhana,tidak berlimpah materi..tapi kami bersyukur sekali dengan anugerah yang diberikan Allah melalui anakku...

Dan Allah memberikan kemudahan biaya masuk SMA..

Saat di bangku SMA aku masih sering mengikuti gerak geriknya...masih selalu aku pantau,aku intip semua kegiatan yang diikutinya....mungkin terlalu berlebihan perhatianku,tapi aku sangat hati-hati dengan perkembangan anak-anak yang sedang masuk dalam masa peralihan dari remaja menuju dewasa...aku takut anakku salah dalam bergaul..tapi Alhamdulillah anakku aman-aman saja.

Saat duduk di kelas 1 SMA anakku masih dapat menjadi jawara di kelas...sehingga ia pun dengan mudah masuk jurusan IPA..tetap nilai matematika dan fisika yang menjadi pelajaran yang disukainya.

Selama ini aku perhatikan anakku senang dengan hitungan dan logika...dan tentunya olahraga...sebuah paduan yang baik.

Aku mulai menilai kemampuan Tehnik dan penalaran logika mendiminasi minatnya...kelak aku akan arahkan ke bidang Tehnik..

Memasuki kelas IPA..saat mulai dipersatukan dalam kelas baru dan bergabung dengan jawara2 kelas lain barulah aku melihat kemampuan anakku tidak bisa maksimal...mulai terlihat menurun ( tidak lagi ada di posisi 5 besar,tapi mjd 10 besar)...Anakku kurang dalam pelajaran biologi ( agaknya dia fobia dengan pelj tsb)...aku ingat sekali waktu ia bermasalah dengan guru biologi saat kls 1....sehingga kedepannya ia selalu berat dengan pelaj trsbt..aku motivasi tapi tetap saja dia "susah" dengan pelajaran itu.

Nampaknya saat duduk di bangku SMA dia sangat menikmatinya...nampak sekali semangat yang luar biasa. Dia menemukan komunitas yang cocok...teman-teman yang sehobi..teman-teman yang solid...jadi meskipun secara akademik dia tidak duduk di urutan tertinggi,tapi dia mendapatkan nilai lain yang lebih berharga...yaitu teman-teman yang mengasikkan...dan aku tahu itu..aku tahu dengan siapa saja ia bersahabat....tentunya dengan siapa dia mulai jatuh cinta...

Biarlah semua dia lewati dan dijalani secara alami.....biar kelak menjadi kenangan yang indah.

Aku tahu persis kemampuan anak ini...dan aku mulai mengarahkan kemana ia harus melanjutkan studynya.

Aku arahkan dia ke Tehnik dan STAN saat itu..tapi arahan ku tentunya yang sesuai dengan kemapuan kondisi financialku..aku tidak juga mengarahkan ke ITB atau PTN lain diluar jangkauanku..aku hanya bisa menyarankan ambil UI,IPB dan STAN..

Saat ada kesempatan ujian SIMAK UI aku daftarkan,tapi saat itu untuk memilih jurusan tehnik harus ada tes bebas buta warna..aku antar ia tes buta warna...dan ternyata hasilnya anakku kena buta warna parsial....wow !

Aku langsung patah hati...semua PTN jurusan Tehnik wajib bebas buta warna ! sebuah kendala pokok.

Padahal aku tahu kemampuan akademiknya adalah tehnik...bagaimana harus memilih jurusan yang diluar kemampuan dasarnya dalam waktu singkat..??

Untungnya anakku sangat fleksibel dan easy going...semua dihadapi dengan tenang dan menerima dengan lapang dada.

Karena sebab itu aku daftarkan SIMAK UI dengan jurusan non tehnik....dan ternyata gagal.

Masih ada kesempatan di jalur PMDK...aku sarankan dia ambil PMDK IPB dengan jurusan STATISTIK dan FEM.

Dilihat dari nilai rata-rata raport sebetulnya ia bisa masuk di Statistik (jika Statistik diambil di pilihan 1), tapi entah mengapa tiba-tiba suamiku menyarankan FEM dijadikan pilihan 1 dan Statistik di pilihan 2...padahal nilai pass.grade Statistik diatas FEM...anakku menurut saja..sampai-sampai saat seleksi penerimaan salah satu kerabatku bertanya " Betul Statistik mau dijadikan pilihan 2 ?"...aku jawab " Ya"..

Saat aku tanyakan kepada suamiku mengapa Statistik dijadikan pilihan 2 ( yg artinya di gugurkan ), alasannya jur,Statistik memang baik,tapi suamiku takut anak tsb tidak bisa memposisikan diri di atas rata-rata..karena nilai rata-rata Statistik itu tinggi...

Aku sempat berdebat dengan suamiku...karena aku tahu anakku senang dengan matematika,sedangkan FEM adalah jurusan yang banyak dengan hafalan/teoritis..anakku kan tidak terlalu suka dengan pelajaran hapalan.

Dan akhirnya karena tak ada pilihan lain anakku menuruti semua alasan ayahnya....

Tak apalah aku masih menyimpan kesempatan bersaing di STAN...meskipun akhirnya anakku gagal masuk STAN karena kurang persiapan belajar ( Saat test masuk anakku masih di program matrikulasi IPB yang padat waktunya)

Dan pada akhirnya anakku diterima di IPB FEM melalui jalur PMDK...dengan biaya yang relatif tidak terlalu mahal..ya masih terjangkau oleh kami ....5.9 jt dan dicicil 3 kali....Alhamdulillah..ya ini adalah keberuntungan yang harus kami syukuri..karena banyak teman-temannya yang harus mengeluarkan biaya kuliah dengan dana yang tidak sedikit.



Perjalanan di IPB dimulai di asrama TPB ( Tingkat Persiapan Bersama ). Anakku kelihatannya menikmati kehidupan asrama yang notabene perlu adaptasi dengan tempat tinggal yang sangat sederhana,adaptasi dengan teman teman yang berbeda suku dan kebiasaan,adaptasi dengan segala fasilitas yang serba dibatasi dan penuh dengan aturan...semua ia lalui dengan tanpa keluhan...Aku bahagia melihatnya.

Masa TPB yang kebanyakan adalah masa yang ditakuti oleh mahasiswa,karena masa tersebut adalah masa pengulangan pelajaran SMA IPA...masa penyelarasan tingkat kemampuan mahasiswa dari segala penjuru...agar kelak bisa melanjutkan ke Fakultas masing-masing dengan standar yang dimiliki IPB.

Alhamdulillah nilai IPK TPB anakku masih bisa diatas 3,2....tentunya ini tidak mudah..(menurutku) dan demikian selanjutnya...

Dengan modal nilai IPK tsb anakku mencoba peruntungan untuk mendapatkan beasiswa dari berbagai sponsor yang ditawarkan ke IPB....Alhamdulillah dia berhasil lolos dalam seleksi Penerima Beasiswa Tanoto Foundation dengan bebas uang SPP semester dan mendapatkan uang saku 500rb/bln.

Tentunya ini adalah keberuntugan yang kesekian kali untuk anakku...

Selain itu ia juga mencoba mencoba menjadi Asprak Fisika dan lulus..tak kehabisan waktu ia pun menjadi pembimbing Bimbel mahasiswa baru untuk matakuliah Kalkulus..

Minat dan hobinya terhadap bola tetap tersalurkan bahkan semakin menjadi jadi dengan aktifnya ia di UKM Futsal..bahkan sisa waktu kuliahnya dihabiskan di UKM Futsal ini..

Dengan banyaknya aktifitasnya di kampus membuatnya nyaman dan menikmati masa kuliahnya..padahal aku tahu dia sebetulnya bukan orang yang senang dengan pelajaran hapalan/teoritis.. itulah anakku...dia bukan orang yang melawan arus...dia orang berprinsip maju ke depan dan menghadapi apa yang sedang dijalaninya sekuat tenaga...dan aku tahu dia ingin sekali membantu meringankan beban orangtuanya..

Sebagai seorang ibu...tentunya tautan jalinan bathin begitu kuat....aku merasa anakku tidak optimal di FEM...bukan minat dasarnya...tapi entah apa yang membuatnya nyaman dan enjoy di jurusan yang dijalaninya saat ini...??

Yang aku tahu anakku adalah tipe penurut,fleksibel,tidak melawan arus,dan memiliki semangat yang luar biasa untuk membahagiakan keluarga...itu penilaian yang aku amati dan rasakan...

Meskipun demikian ia tetap bisa memberikan nilai yang memuaskan kepadaku...dia tetap pertahankan agar beasiswa yang menyaratkan IPKnya tidak kurang dari 3,25.

Semua uang dari beasiswa,asprak,bimbel,dan hasil kegiatan lain dia kumpulkan dan dipakai untuk membiayai kuliahnya...bahkan membiayai kost nya..nyaris aku tak mengeluarkan dana kecuuali hanya untuk uang jajan saja.



Saat ini dia sudah menyelesaikan semester 4 dan siap menghadapi semester 5...

Saat ini sebetulnya adalah waktu libur semesteran tapi ia mengambil SP (semester pendek) satu mata kuliah...dan sebentar lagi akan ujian...sayang sekali mendekati jadwal ujian tgl 29 Juli nanti nampaknya ia tidak bisa mengikuti karena saat ini anakku sedang jatuh sakit ( cacar air/herpes) menurut diagnosa dokter.

Semoga saja ia cepat sembuh...karena aku lihat begitu besar semangat nya untuk mengikuti ujian dan menjalani semua program/acara yang sudah dijadwalkan sebelumnya..

Aku tahu dia galau dengan sakit yang dideritanya...tapi semoga saja keberuntungan tetap selalu ada untuknya.

Itulah doaku untuk anakku DENO YUDHA RAHMADIAN...

Jumat, 08 Juli 2011

Daily Needs

1. Jogging
Jogging saya tempatkan di nomor satu dengan maksud bahwa ini adalah latihan utama dari latihan-latihan fisik lainnya. Sepakbola dan Futsal mengharuskan pemain untuk selalu bergerak baik itu berlari maupun bermanuver. Dalam permainan sepakbola, para pemain bisa mengambil nafas sejenak apabila bola berada jauh dari daerah penjagaan pemain tersebut. Hal ini berbeda dengan futsal yang mengharuskan setiap pemain untuk terus bergerak seperti halnya bola basket. Oleh karena itu, endurance atau ketahanan tubuh sangat dibutuhkan oleh para pemain, terutama futsal.
Untuk latihan jogging, diperlukan sedikit peregangan agar otot menjadi lebih lemas. Peregangan bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
• Memutar engkel kaki.
• Menekuk kaki ke depan atau ke belakang dan ditahan untuk beberapa saat.
• Memutar pinggang ke kanan maupun ke kiri.
• Menekuk badan ke depan dan kebelakang.
Dalam jogging, sebaiknya tidak memaksakan tenaga. Usahakan anda mampu berlari selama 30 menit non-stop. Tidak masalah apakah anda berlari cepat atau lambat. Latihan jogging bertujuan untuk melatih endurance, sehingga yang menjadi acuan adalah waktu. Setelah anda merasa mampu untuk berlari lebih cepat, maka tingkatkanlah kecepatan namun tetap dalam waktu 30 menit non-stop.
1. Skipping (lompat tali)
Latihan skipping atau lompat tali bertujuan untuk menguatkan otot di sekitar engkel kaki. Posisi dalam melakukan skipping adalah sebagi berikut:
• Pandangan lurus ke depan sehingga badan akan berada dalam kondisi tegak lurus.
• Kedua kaki dirapatkan.
• Lompatlah dengan menggunakan pergelangan kaki (engkel), bukan dari lutut.
Latihan ini dapat dilakukan setelah anda melakukan jogging. Usahakan anda mampu melompat sebanyak 50 lompatan non-stop. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 300 lompatan dengan perincian 50×6. Setiap 50 lompatan, anda dapat berisirahat sejenak. Setelah mencapai 300 lompatan, anda bisa menambahnya apabila dirasa masih mampu.
1. Berenang
Berenang merupakan olahraga yang menyenangkan karena anda tidak akan merasa berkeringat yang berlebihan. Tujuan dari berenang adalah untuk melatih kelenturan tubuh pemain. Sebenarnya bisa juga dengan mengikuti kelas aerobic atau taebo, tapi tentu bagi sebagian besar anda akan merasa malas untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut. Dalam berenang, semua otot tubuh ikut bergerak. Sama seperti jogging, berenang merupakan latihan fisik yang direkomendasikan bagi semua atlet di semua cabang olahraga. Manfaat berenang antara lain:
• Mengencangkan (bukan membesarkan) otot dada, punggung, dan lengan sehingga akan mempermudah dalam melakukan gerakan manuver.
• Mengencangkan otot paha sehingga meningkatkan ketahanan tubuh dalam berlari.
• Meningkatkan kapasitas paru-paru sehingga oksigen dapat diserap lebih banyak.
• Seluruh otot tubuh berkontraksi (ikut berlatih) sehingga mencegah cedera otot di saat melakukan gerakan yang tidak biasa dilakukan.
Menu latihan ini adalah 30 m x 5, yaitu berenang sejauh 30 meter sebanyak 5x. Apabila anda merasa masih mampu, maka anda dapat meningkatkan frekuensinya. Berenang juga merupakan terapi alami bagi pemain yang mengalami cedera otot.
Tiga macam latihan di atas merupakan latihan fisik dasar bagi para pemain sepakbola dan futsal, atau olahraga lainnya secara umum. Latihan jogging dan skipping dapat dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Untuk berenang, dapat dilakukan sebanyak 2x dalam satu minggu. Berikut contoh latihan dalam 1 minggu (2x main):
Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Pagi Jogging (half)
Skipping (half) Jogging (full) Skipping (full)
Berenang (full) Jogging (half)
Skipping (half) rehat Jogging (full)
Skipping (full) Jogging (full)
Skipping (full) MATCH
Sore Jogging (full)
Skipping (full) Jogging (full)
Skipping (full) MATCH Jogging (half)
Skipping (half) Jogging (full) Skipping (full)
Berenang (full) Jogging (half)
Skipping (half) rehat
Pada prinsipnya, sebelum dan sesudah istirahat, beban latihan hanya separuhnya saja (half). Selebihnya bisa melakukan beban penuh (full). Selain latihan fisik di atas, ada beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan, yaitu:
• No Smoking and No Alcohol.
• Tidur malam min. 7 jam.
• Tidur selama 1 jam dan bangun 1 jam sebelum pertandingan.
• Selesaikan makan min. 45 menit sebelum pertandingan.
• Minum kopi atau makan bubur kacang hijau untuk meningkatkan energi sebelum pertandingan.
• Jangan melakukan perjalanan >30 menit sebelum pertandingan. Usahakan datang awal agar dapat beristirahat dengan cukup apabila lokasi pertandingan cukup jauh.
• Hentikanlah latihan apabila nafas anda sudah mulai terengah-engah. Lakukan istirahat sejenak sebelum memulai lagi.
• Jangan melakukan olahraga otot (macam-macam angkat beban) secara berlebihan karena otot yang terlalu besar akan mengurangi kelincahan dalam bergerak.
Semua latihan dan tips ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Setidaknya dengan melakukan latihan-latihan ini, maka anda dapat bertahan di lapangan sampai peluit akhir dengan kondisi tubuh yang tetap prima. Insya Allah. Terima kasih.

Selasa, 07 Juni 2011

SANG JUARA

Berdiri di depan layar kaca memikirkan apa yang harus digambarkan dari sosok seorang laki-laki yang mencoba bermetamorfosis menjadi pria tangguh. Terlintas hanyalah lelaki yang dilahirkan buah karya kedua orangtua dan dibesarkan oleh tangan lembut orang tua dan nenek tercinta. Hingga sekarang tumbuh menjadi sosok pria yang mulai memikirkan cara membalas kasih orang tua dengan belajar yang benar dan menjadi manusia yang berguna. Tumbuh, berkembang, dan hidup untuk membahagiakan orang tua. Berbuat, bertingkah, dan berperilaku layaknya sang juara.

Deno Yudha Rahmadian dilahirkan dari seorang lembut berhati emas bernama Dewi Suryati buah karya seorang jenius pekerja keras bernama Nonot Sudarmoko. Dua puluh tahun yang lalu dilahirkan di Bogor tepatnya pada tanggal 15 Desember 1990. Tumbuh kembang dan berkarya di Bogor sejak kecil. TK Kartika III menjadi awal pendidikannya . Selama satu tahun beradaptasi dan berkembang di taman kanak-kanak tersebut. Selanjutnya selama enam tahun belajar di SDN Polisi IV. Banyak pelajaran yang diambil dari sekolah tersebut, baik akademik maupun non-akademik. Bercita-cita melanjutkan ke sekolah favorit di Bogor, SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Bogor. Dengan kerja keras akhirnya semua tujuan itu tercapai. Dia adalah saya.

Layaknya dua sisi mata uang, saya memiliki sifat positif dan negatif. Rajin dan dapat bekerja sama menjadi sifat yang dapat diunggulkan dari diri saya. Orang-orang sering menilai saya sebagai orang yang mau bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Karena saya menilai, tidak ada satu hal pun yang bisa didapat tanpa kerja keras yang nyata. Orang tua saya pun selalu mengajarkan betapa pentingnya kerja keras. Tidak lupa doa kepada Sang Maha Kuasa selalu dipanjatkan. Bunda selalu katakan jangan pernah menyerah, jalani dan panjatkan kelak syukur kau ucapkan pada diri-Nya. Lirik lagu yang menjadi penyemangat lebih dalam menjalani hidup.

Tempramen tinggi dan sulit mengontrol emosi sering menjadi boomerang bagi diri saya. Tidak sedikit orang-orang yang menyayangkan akan sifat negatif saya tersebut, karena tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain. Saya pun tidak tinggal diam akan sifat buruk tersebut. Saya selalu berusaha di setiap momen untuk meminimalisir sifat itu. Tentunya dengan hal-hal yang positif. Sering saya membaca buku tentang bagaimana caranya mengurangi emosi yang meledak-ledak. Dengan berjalannya waktu, saya berharap sifat negatif itu dapat hilang sepenuhnya.

Saya sangat hobi di bidang olahraga. Olahraga sudah selayaknya menjadi ibadah dalam diri saya. Terdapat waktu khusus untuk melaksanakan olahraga. Karena saya selalu yakin, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Untuk menghadapi semua aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran, kita harus sehat untuk dapat menikmatinya. Dengan begitu, semua akan berjalan sebagaimana mestinya dan membuahkan hasil yang manis. Bravo Olahraga !.