Pages

Minggu, 30 April 2017

Bersih-bersih

Wooooohhh udah lama banget ga nulis di blog ini hehehe. Tadi di rumah tetiba pengen nulis, tapi as always, ga tau mau nulis apa. Kayanya kedepan bakal nulis kejadian sehari-hari deh. Blog ini bakal jadi diary kehidupan di Gorontalo hahaha. Telat sih, udah memasuki taun ke-3 di Gorontalo baru mau nulis setiap kejadian di Gorontalo hehehe. Kalau dari awal datang di Gorontalo rutin nulis terus, mungkin udah ratusan post di blog ini. Eh jadi inget, awal-awal datang di Gorontalo rajin nulis di blog deng, waktu jamannya galau banget hahahaha.

Jadi inget, udah lama juga yah gw di Gorontalo. Pertama kali nginjakin kaki di Gorontalo bulan Oktober 2014, sekarang udah di penghujung bulan April 2017. Sekarang lagi long weekend. Sabtu, Minggu, Senin tanggal merah alias libur. Tapi you know lah, kehidupan akhir bulan di dunia perbankan, ga kenal istilah libur di akhir bulan hahaha. Ada hal yang sedikit menggelitik kalau dipikir-pikir. Udah dikasih libur sama pemerintah, eh ini kantor malah pengen buka di hari libur. Bukan disuruh, bukan. Tapi kantor nya sendiri yang pengen buka. Saluuuuutttt hahahaha.

Sebenernya di bulan April ini udah tiga kali berturut-turut long weekend. Tapi gilanya, gw melewatkan begitu saja kesempatan emas ini dengan tidak melakukan apa-apa hahaha. Orang lain udah gunain kesempatan emas ini dengan berbagai hal. Ada yang liburan ke luar kota, gunain hasil tabungan setaun buat melancong ke luar negeri, atau sekedar mudik ke kampung halaman buat ketemu keluarga. Tapi gw, ga ada satupun yang dilakuin dari 3 hal yang disbutin tadi. Kacau.

Bulan Mei besok, memasuki bulan ke-10 dari terakhir gw nginjakin kaki di Bogor. Gilaaaaaa, lama banget ga pulang. Jangan sampe lupa rasanya udara di Bogor nih. Ga sedikit temen gw yang nyuruh pulang. Tapi entah kenapa, kayanya momennya belum pas buat gw ke Bogor. Pengennya sekalian pas dapet SK mutasi ke Bogor, jadinya ga balik-balik lagi ke Gorontalo hahaha ngarep.

Duuuhhh, lagi asik nulis gini dapet telpon dari orang kantor disuruh meeting. Malesin banget. Meeting buat nyambut tamu yang mau dateng ke Gorontalo. Tapi kayanya bakal skip dah buat meeting. Udah enak banget ini sore-sore enjoy ngenet di tempat makan, ditambah cuacanya yang lagi bersahabat.

suasana sore syahdu

Nanti malem bakalan datang ke nikahan orang kantor di Limboto. Wuih, udah banyak yang nikah aja, terus gw kapan hahaha, ga nyambung. Jadi inget pertama kali datang ke acara nikahan di Gorontalo. Dikirain sama kaya di Bogor, eh taunya beda hahaha. Jadi gw dateng jam setengah 8an sesuai dengan di undangannya yang bilang jam 7. Pas nyampe sana tau ga apa yang terjadi? masih sepi coy hahahaha. Pengantinnya aja belum ada. Terus gw kira prosesnya sama kaya di Bogor. Dateng, salaman sama pengantinnya, makan, terus pulang. Disini beda banget. Pengantinnya baru dateng jam 8an (padahal di udangan bilang jam 7), terus kita harus ikutin prosesnya sampe beres. Kira-kira gw baru bisa makan jam 9an, baru bisa pulang jam 10 mungkin. Lama bangeeeeettt hahahaha.

Semoga tulisan ini jadi awal buat gw rajin nulis lagi blog ini. Pokoknya apapun bakal gw tulis. Biar ada kenangannya dalam bentuk otentik ketika gw di Gorontalo hahaha.

Joglo Ijo, 30 April 2017.

Senin, 13 Februari 2017

Kasih Ibu

Mas anakku tersayang...
Mudah2an mas mengerti apapun ibu dan ayah lakukan buat kebahagian mas di masa y.a.d

Brp lama lagi sih hidup org tua, ga sepanjang jalan hidup mas nanti..

Oleh sebab itu, ini hanya sekedar usul, saran, harapan, ekspektasi atau apalah namanya dari ibu agar mas yg skrg mmng sdh saatnya mencari jodoh utk mendapatkan calon istri yg baik.

Ibu percaya anak ibu smart dalam menentukan pilihan agar kehidupan berumahtangga bisa bahagia.
Kebahagiaan ortu adl saat melihat kebahagiaan anaknya dlm berumahtangga.
Kesedihan terbesar ortu adl saat anaknya gagal/tdk bahagia dlm berumahtangga.
Ini alasan kenapa ibu terkesan sgt protektif dan selektif.
Kriteria calon istri yg mas cari setidaknya hrs mempertimbangkan kriteria dr ortu.
Agama sdh pasti.
Muslimah sdh pasti.
Bibit bebet bobot sdh ibu sampaikan sjk dulu.
Bukan mencari kesempurnaan, tak akan ada yg sempurna pastinya.

Entah dr mana asalnya calon istri itu...yg penting dia bisa mnjd makmum yg sholehah, taat kpd agama (sdh psti dia pun akan taat pd ortu,taat pd suami, tau batasan2 scr islami)
Yg kelak bisa menjaga nama baik kelg besar kedua belah pihak.

Demikian pula harapan ibu pd mas..sekiranya mas sdh mendapatkan calon pendamping, mohon sebelumnya diperkenalkan terlebih dahulu kpd ibu dan ayah sebelum mas membawa pergi jauh anak orang hingga berhari2.
Begitulah etikanya...

Kalau wanita yg kmrn mas bawa liburan itu sekedar teman, sebaiknya pun mas ijin terlebih dahulu kpd ibu.
Jelas ibu dan ayah kecewa dg sikap mas kmrn...

Keluarga kita mmng bukan kelg yg berlimpah materi...tapi mohon jgn jd minim etika.

Maafkan ibu dan ayah jika ibu tdk berharap bayak pd wanita yg kmrn mas bawa liburan.
Mohon dimengerti dg bijaksana.
Mohon mas mengerti akan pendapat dan pandangan ibu dan ayah...tak lebih hanya mengharapkan yang terbaik utk kehidupan mas kelak...

Jangan salah mengerti, ibu tetap menghormati pilihan mas, tapi tolong diapresiasi juga harapan kami...

Sekali lagi...ibu tetap percaya kpd anak2 ibu...mohon kepercayaan ibu jgn dikhianati...

Minggu, 19 Juni 2016

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck



Zainuddin : Maaf? Kau regas segenap pucuk pengharapanku. Kau patahkan. Kau minta maaf…


Hayati : Sudah hilangkah tentang kita dari hatimu? Janganlah kau jatuhkan hukuman, kasihanilah perempuan yang ditimpa musibah berganti-ganti ini.

Zainuddin : Demikianlah perempuan, ia hanya ingat kekejaman orang kepada dirinya walau pun kecil dan ia lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya.

Zainuddin : Bukankah kau yang telah berjanji ketika saya diusir oleh Ninik Mamakmu karena saya asalnya tidak tentu, orang hina, tidak tulen Minangkabau, ketika itu kau antarkan saya di simpang jalan, kau berjanji akan menunggu kedatanganku berapapun lamanya, tapi kemudian kau berpaling ke yang lebih gagah kaya raya, berbangsa, beradat, berlembaga, berketurunan, kau kawin dengan dia. Kau sendiri yang bilang padaku bahwa pernikahan itu bukan terpaksa oleh paksaan orang lain tetapi pilihan hati kau sendiri. Hampir saya mati menanggung cinta Hayati.. 2 bulan lamanya saya tergeletak di tempat tidur, kau jenguk saya dalam sakitku, menunjukkan bahwa tangan kau telah berinang, bahwa kau telah jadi kepunyaan orang lain. Siapakah di antara kita yang kejam, Hayati?
Zainuddin : Kau pilih kehidupan yang lebih senang, mentereng, cukup uang, berenang di dalam emas, bersayap uang kertas. Siapakah di antara kita yang kejam Hayati? Siapa yang telah menghalangi seorang anak muda yang bercita-cita tinggi menambah pengetahuan tetapi akhirnya terbuang jauh ke Tanah Jawa ini, hilang kampung dan halamannya sehingga dia menjadi anak yang tertawa di muka ini tetapi menangis di belakang layar. Tidak Hayati, saya tidak kejam. Saya hanya menuruti katamu. Bukankah kau yang meminta dalam suratmu supaya cinta kita itu dihilangkan dan dilupakan saja, diganti dengan persahabatan yang kekal. Permintaan itulah yang saya pegang teguh sekarang. Kau bukan kecintaanku, bukan tunanganku, bukan istriku. Tetapi janda dari orang lain. Maka itu secara seorang sahabat, bahkan secara seorang saudara saya akan kembali teguh memegang janjiku dalam persahabatan itu sebagaimana teguhku dahulu memegang cintaku. Itulah sebabnya dengan segenap ridho hati ini kau ku bawa tinggal di rumahku untuk menunggu suamimu, tetapi kemudian bukan dirinya yang kembali pulang, tapi surat cerai dan kabar yang mengerikan. Maka itu sebagai seorang sahabat pula kau akan ku lepas pulang ke kampungmu, ke tanah asalmu, tanah Minangkabau yang kaya raya, yang beradat, berlembaga, yang tak lapuk dihujan, tak lekang dipanas. Ongkos pulangmu akan saya beri. Demikian pula uang yang kau perlukan. Dan kalau saya masih hidup, sebelum kau mendapat suami lagi Insya Allah kehidupanmu selama di kampung akan saya bantu.
Hayati : Saya tidak akan pulang. Saya akan tetap di sini bersamamu. Biar saya kau hinakan. Biar saya kau pandang sebagai babu yang hina. Saya tak butuh uang berapa pun banyaknya. Saya butuh dekat dengan kau, Zainuddin. Saya butuh dekat dengan kau..
Zainuddin : Tidak. Pantang pisah berbuah dua kali. Pantang pemuda makan sisa. Kau mesti pulang kembali ke kampungmu. Biarkan saya dalam keadaan begini. Jangan mau ditumpang hidup saya.

Minggu, 30 November 2014

Her Smile

aku ingin engkau ada disini
menemaniku saat sepi
menemaniku saat gundah
berat hidup ini tanpa dirimu
ku hanya mencintai kamu
ku hanya memiliki kamu

aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati

meski tlah lama kita tak bertemu
ku slalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu

aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati
aku rindu...
setengah mati..
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
ku tak bisa hidup tanpamu
aku rindu...

Rindu Setengah Mati by D'Masiv

Sabtu, 29 November 2014

Line BBM

Sabtu malam
Now playing : Wrecking Ball by Miley Cyrus

I never meant to start a war
I just wanted you to let me in